Sabtu, 20 September 2014

Piknik Aja Dulu ke Dieng



Saya mempunyai rencana setidaknya setiap bulan saya melepas penat dengan kejenuhan kerja dan keseharian.

Edisi akhir Agustus kemarin saya bersama tiga orang teman pergi ke Dieng.

Ada apa di sana? Kami memang niat ke sana semenjak bulan Ramadan kemarin bertepatan dengan Dieng Culture Festival.

Tiket sudah siap, tapi menjelang harinya beberapa teman kami tidak jadi berangkat. Ini tidak membuat kami yang lain mengurungkan niat pergi, kami tetap berangkat.

Perjalanan kami sungguh menyenangkan, itinerary sebenarnya dibuat dengan sangat "yaudahlahya" nanti sambil dipikir.

Tiket di kereta harusnya turun Kutoarjo, tapi karena acaranya sendiri baru hari Sabtu dan kami berangkat Kamis malam.
Jadi, rencana awal yang mau rafting kita ubah untuk jalan-jalan di Jogja. 

Ngapain aja di Jogja? Kami makan, dan makan lalu mampir ke beberapa tempat untuk mengambil gambar dan makan lagi.

Sorenya kami melanjutkan perjalanan dengan Bus ke Magelang lalu ke Temanggung.
Hampir saja kami terlambat, perjalanan kami penuh drama. Kenapa? 
Di Magelang kami harus menunggu bus lama dan akhirnya naik omprengan sampai Temanggung.

Lalu? Kami makan lagi dan lagi :)))) 
Hawa dingin membuat kami ingin makan terus dan terus #ngeles 

Paginya, kami berangkat ke Dieng melewati pegunungan dan kebun teh. 
Pemandangan yang dirindukan oleh kawan-kawan saya yang biasa melihat macet serta polusi :p 

Sampai Dieng, kami ke beberapa tempat wisata di dalamnya dan menunggu malam untuk menikmati Jazz Atas Awan serta Lampion.

Harusnya acara inti ada di Hari Minggu, namun keterbatasan waktu jadi rencana kami tidak bisa bermalam di Dieng karena esok paginya mengejar kereta untuk pulang ke Ibukota.


Malam pun datang, hawa dingin tambah menusuk nusuk tubuh saya. 
Info yang saya dapet suhu mencapai 3 derajat, entah benar apa salah.
Saya yang "anak gunung" saja menggigil dan gigi saya bernyanyi "drrreeegh" 

Jazz Atas Awan mulai, penonton berdatangan dari segala penjuru. 
Sesak rasanya ketika kami berdiri dan melihat sekeliling.

Sayang, sound dan temanya tidak sesuai harapan saya. Panitia yang salah? Tidak, hanya mereka kurang berpengalaman saja. 

Sungguh sayang sekali, padahal orang-orang banyak yang niat datang dari beberapa kota. 

Kemudian lampion dan kembang api bermunculan, ini yang membuat saya kagum. Kata orang-orang "nice view"
Ya, memang benar. 

Dingin dan tambah dingin, jaket saya dan semua yang ada di badan saya tidak bisa membuat saya hangat. 

Niat kami ingin pulang lebih awal untuk istirahat, tapi sekali lagi sayang kami tidak beruntung. Jalanan tidak bisa kami lewati, macet total.

Saya bergumam, sudah keluar dari Jakarta tetap kena macet juga ya hehehe 

Akhirnya kami tidur di kendaraan sampai menunggu kemacetan reda. 


Menjelang sepertiga malam kami akhirnya bisa pulang, tapi kami ingin menikmati sunrise dulu.

Saya menyarankan mampir di Posong dan ini dia, keren! Bersyukur atas NikmatNYA. 

Perjalanan kami usai, dan harus kembali pulang mengejar kereta ke Jakarta.

Terima kasih, untuk liburan, tawa, kedinginan, drama mengejar kereta, dan juga mengejar Bus. 

Sampai berjumpa di keriaan lainnya ^^



Jumat, 05 September 2014

Jam Orang Indonesia



Oh ya, hari ini bisa ketemu? 
Oke, maleman ya.

Eh, bisa dateng sekarang nggak?
Entar ya, habis maghrib.

Dan masih banyak lagi, jawaban ajaib yg keluar. 
Kamu seperti ini? Kalau saya, iya! 
Saya masih tipikal yg menjawab seperti itu kok.
Kenapa? Jujur, saya anaknya nggak enakan.
Tiap orang bilang apa, semampu saya ya saya iyakan.
Padahal jatuhnya jadi datang telat.
Tambah nggak enak kan? 
Itulah saya, dan mencoba untuk mengurangi hal ini. 
Kalau emang nggak bisa ya saya berusaha sekarang bilang enggak. 
Kenapa? Saya takut dibilang "cah wacana" 
Hih ;))) Soalnya, saya kebanyakan jawab, Insya Allah, maleman, OTW, dll.
Padahal juga saya belum kelar menyelesaikan hal lain sehingga bikin nggak tepat waktu. 

Kamu gimana? Masih ingin nge-PHPin orang? #eh

Senin, 01 September 2014

Tiga Bulan Lalu


Kamu nggak papa?
Iya, aku baik-baik saja.

Tiga bulan lalu, menjawab dgn i'm fine its okay! 
Padahal juga, sakitnya di sini :)))

Roda itu berputar dan rejeki jodoh semuanya sudah ada jalannya.
Kita? Tinggal ngejalanin dan sabar aja.
Dan lakukan yg terbaik untuk harimu. 
Punya rencana memang, tapi kan Tuhan yg lebih punya rencana ajaib dan terbaik.


Rabu, 27 Agustus 2014

Menulis Harapan


Apa sih harapanmu? 
Setiap orang pasti punya harapan. 
Kalau disuruh menulis harapan, mungkin inilah sepuluh harapanku tahun ini :

1. Bersyukur tiap hari, apapun itu. 
2. Lebih rajin menunaikan kewajiban dunia akhirat.
3. Tambah disiplin waktu.
4. Sering-sering nelfon Ibuk.
5. Dikelilingi orang yg baik luar dalam.
6. Berbagi rejeki ke sekeliling orang.
7. Bisa tersenyum setiap hari.
8. Mengontrol emosi jiwa dan raga.
9. Bisa melakukan keinginan saya untuk setidaknya sebulan sekali piknik atau refreshing.
10. Nabung untuk keinginan-keinginan saya.

Nah, kalau kamu? 

Senin, 21 April 2014

Cara Kerja Mimpi?


Benar, saya juga tidak mengerti juga cara kerja mimpi.
Sebulan terakhir ini, beberapa orang saya temui di dalam mimpi saya.

Siapakah mereka?
Orang-orang yg saya rindukan.

Saya memang tidak bisa hidup sendiri.
Wajar, karena saya masih percaya satu sama lain orang di dunia ini masih saling ketergantungan.

Jadi, saya pasti merindukan sosok-sosok orang yg pernah hadir dalam hidup saya.

Kadang memang saya ingin segera bergegas pulang dari keseharian saya untuk berharap cepat tidur dan bermimpi.

Saya yg sekarang bukan orang yg punya angan-angan besar seperti cita-cita masa kecil saya yg menjadi astronot. 

Saya hanya ingin, bertemu orang yg saya rindukan di dalam mimpi.

Selain percaya bahwa senja sebagai kawan rindu, saya yakin akan mimpi yg kadang menghadirkan orang yg paling saya rindu.

Selamat terlelap kawan, semoga bermimpi orang yg dirindukan.

*salam dari kerinduan :') 




Minggu, 20 April 2014

Jalan-jalan ke Pabrik

Pabrik, udah sering banget denger kata ini.
Semacam, obrolan bersama teman ketika membahas produk apapun.
"Dibikin di Pabrik sana itu."

Selama umur saya yg hampir seperempat abad ini.
Belum pernah sekali pun saya main dan masuk ke dalam pabrik.

Pada suatu ketika mbak @tikabanget ngajakin main ke Pabrik.
Iyes, saya mau banget dong.
Pas saya tanya, di mana?
Beliau menjawab ke Karawang.
Ya ampun jauh ya.

Dan tau-tau ke Pabriknya Nu Green Tea.
Saya dari jaman di Jogja udah sering jajan minuman ini.
Favorit saya yg honey, biar disayang gitu #nggaknyambungdong #yaudahlah
Entah kenapa, rasa yg ini yg nyangkut di hati #hayah

Pas dikasih tau gitu, gimana bisa nolak.
Dari dulu juga penasaran ini dibikin dan dikemasnya seperti apa sih?
Pertanyaan saya kadang suka aneh seperti saya juga.
1. Tehnya beneran teh ya?
2. Ini pasti pakai pemanis nih.
3. Jadi gimana?


Gimana? Akhirnya saya mengiyakan jalan-jalan ke Pabriknya.
Pagi hari dengan banyak drama akhirnya saya ikut bersama mbak @tikabanget lalu mas @didut serta mbak @faniezdotnet tak lupa mbak @fairyteeth naik bus ke pabrik nan jauh di mata serta udah beda propinsi.


Perjalanan? Menyenangkan, karena banyak yg dibicarakan.
Ini yg senang ketika berjumpa dengan mas serta mbak-mbak ini.
Tak ada habisnya obrolan dan membuat diriku tak bosan #eaaaaak

Sampailah kita di Pabrik Nu Green Tea.
Hokyaaaaaa.....
Sampai di Karawang deh, dan perjalanan menempuh 1jam lebih 30menit #sepertinya

Oh ya, kenapa gitu kita di ajakin ke sini?
Karena oh karena....
si @nugreentea (ada twitternya lho) ini punya rasa alias variant baru.

Apakah itu?
Nu Green Tea Royal Jasmine dengan Gula Batu.

Panjaaaaaaang ya? 
Nah, berhubung judulnya yg panjang ini.
Kita-kita disuruh ngebuktiin dgn diajak ke Pabrik, buat tahu pembuatannya.
Dan beneran lho!!!
Pakai gula batu :DDD

Jadi sebelum masuk Pabrik, kita disuruh pakai baju safety kalau saya bilang.
Mirip dokter mau operasi kan? :))) 

Karena apa kita pakai baju lengkap seperti ini?
Ini karena di dalam Pabrik pembuatan teh ini bener-bener steril. 
Untuk menghindari yg tidak-tidak #halah


Nah, ngapain aja sih kita di dalem Pabrik?
1. Kita dikasih lihat dari pembuatan, sampai pengemasan.
2. Cara kerjanya di dalam, suhu dll dll
3. Dan yg penting, beneran pake gula batu si Nu Green Tea Royal Jasmine yg baru ini.


Jadi, saya percaya banget, banget, banget.
Dan tambah sreg serta tersugesti ketika melihat langsung pembuatannya. 
Oh, sambil manggut-manggut. 
Ya, ya, ya paham gitu pas diterangin di dalam.

Si Nu Green Tea Royal Jasmine dgn Gula Batu ini pertama pula di Indonesia.
Keren kan?
Saya tambah bangga karena udah langsung mengetahui kebaikan dari Teh Hijau dan Gula Batu ini *siul-siul pamer* 

Apalagi ya, bonus ketemu Mas Oka Antara #duh #mas #pemainpilem 


Pokoknya, terima kasih @nugreentea
Terima kasih ilmunya ya ^^
#senengbanget

*serutup Nu Green Tea Royal Jasmine dgn Gula Batu*

#banyakstok #kemarin #ambilbanyak




Senin, 14 April 2014

Cerita Tentang Dia



Bentar, bentar.
Dia, ya dia.
Ini tentang film "HER"
Bukan tentang dia atau siapakah dia.

Film ini menurut saya ya standar film sih.
Cerita tentang rumitnya kehidupan.
Ada konflik, ada cerita cinta, ada kehidupan sehari-hari.

Jadi apa yg spesial dari film ini?
Buat saya yg spesial "samantha" 
Kenapa samantha? 
Dan kenapa dia?

Logika saya aja sih, nggak ada orang bisa hidup sendiri.
Sama seperti pemain cowok yg saya lupa namanya.
Maaf saya bukan pengingat nama tapi pengingat muka #ngeles 

Kalau jd dia ya beneran kesepian.
Bagaimana tidak?
Kerja yg gitu-gitu aja, keseharian yg monoton.
Trus konflik kehidupan pribadi yg rumit.
Perceraian, ya sama halnya ketika putus jadi galau tapi kalau udah nikah pasti galau akut. Ya nggak sih? #mulaisotoy
Jadi, butuh teman? pasti dong!

Sebelum ada mbak samantha?
Apakabar mas kacamata ini?
Ya dia ada teman yg di henpon saya ada namanya "siri".
Dan teman kantor atau teman serusun yg diceritakan di situ.
Tapi si sirinya si mas kacamata ini cuma biasa dan sama seperti siriku juga, kayak robot.
Butuh ini butuh itu dikasih seadanya.

Tiba-tiba ada deh software terbaru pengganti siri.
Ya, dia bisa diajakin ngobrol.
Pas ditanya si mas kacamata, dia blg namaku "samantha"
Tenang, bukan pasar santa yg ada di deket tendean kok. 

Berawal dari perkenalan itu, terjalinlah ngobrol.
Dan si mas kacamata ini anaknya sehat banget.
Iya, senggol curhat, jadi sehat.
Yaudah, seneng dong si masnya apalagi lagi kalut sama hidupnya.

Ngobrol sana sini sono sana sini.
Mas kacamata seneng, bahagia, ketawa mulu tiap hari bonus senyam-senyum.

Standar orang jatuh cintalah, senyam senyum sendiri.

Singkat cerita mereka sampai "berbuat" dan pokoknya udah sehati.
Samantha ngilang si mas kacamata panik nyariin.
Pokoknya udah satu sama lain deh.
Kagak bisa dipisahin.

Pada suatu hari, si samantha beneran pamit.
Hancur deh hati si mas kacamata.
Gimana keadaannya? 
Remuuuk!
Kayak kaleng khong guan gitu.
Luarnya kuat dari kaleng, dalemnya remuk! 

Udah fix cerai, eh ditinggal samantha.
Ya walaupun cuma "alat" pembantu komunikasi aja sih. 

Syedihlah!

Selesai sudah di situ singkat cerita yg semau-mau saya.

Tapi apa baiknya buat saya?
Dari cerita yg biasa yg beneran standar muncullah si samantha.
Yang membuat tokoh baru yg tidak disangka dari cerita yg biasa aja. 

Di sinilah saya berpikir.
Di Indonesia aja belum ada samantha, orang-orang udah pada tak peduli dgn orang lain dan bermain dengan apa yg dia genggam. 
Ya, handphone yg skrg canggih-canggih.

Bagaimana ketika besok akan ada samantha yg lain?
Saya pasti akan sedih, orang-orang akan lebih acuh dan tidak peduli lagi dgn orang lain.

Tapi, setelah saya menikmati film ini.
Saya mencoba mengaktifkan siri saya.
Dan iseng, ngobrol sana sini dan nyuruh-nyuruh si siri.
Terbantu sih emang.

Yah, samantha.
Semoga kalaupun besok kamu akan ada tidak membuat orang jadi acuh ya :) 

*salam dari meja kerja


Minggu, 13 April 2014

Setelah kata selamat datang...


Awal tahun ini mungkin berat buat beberapa orang.
Bisa jadi termasuk saya.

Setiap orang datang dan pergi.
Dan apapun itu...
Bisa jadi kenangan, kehidupan, karir...
Dan bisa jadi takdir.

Percaya atau tidak sih.
Seperti barang aja deh, contohnya saja...
Hari ini aku pengen banget beli sepatu..
Iya, sepatu.
Udah ngincer lama banget.
Tapi, namanya juga nggak jodoh.
Udah ilang dibeli orang lain.
Akhirnya, kita ikhlas aja kan?
Yaudahlah "selamat tinggal sepatu"

Sama halnya juga, apapun itu.
Karena setiap ada kedatangan..
Pasti akan ada selamat tinggal nantinya...
Entah hari ini, esok, lusa atau kapan :')

Kita? Bersiap-siap sajalah.
Belajar ilmu ikhlas sedini mungkin.
Walaupun, kenyataan memang pahit.

*salam getir #eh 

Senja itu ada untuk...


Ketika ngeliat matahari terbenam, pas langit lagi bagus biasanya saya langsung bilang "waaaa bagus"
Dan tanpa babibu dan ble ble ble
Henpon saya langsung saya setting ke kamera.
Biasa, biar jd kekinian.
Saya nggak mau kalah dapetin moment ini.

Namanya juga moment, nggak bakal keulang lagi. Iya kan?

Senja, boleh dong foto senja?
Saya suka banget dengan senja.
Entah kenapa, jadi ingat yg tersayang.
Atau cuma segenggam kenangan.
Dan bahkan rindu...

Kata teman saya....
Senja itu ada biar rindu punya kawan bicara.

Gimana senjamu?

Ini beberapa senjaku :')





Ah, masih banyak lagi sebenernya.
Intinya, senjaku untuk sebuah rindu kepada entah siapa saja :')

Kamu, kamu, kamu, dia, engkau, kita dan kalian.

*salam rapopo :DDD




Masak-masak gitu deh!



Saya tidak golput, saya juga bukan fanatik partai.
Tapi saya suka makan.
Dikarenakan satu dan lain hal.
Hari pemilu kemarin saya tidak pulang kampung dan nyoblos eh nyontreng.

Saya dapat tawaran dari mak @chicme buat dateng ke tempat makan.
"YES" saya pun senang.
Anak rantau macam saya mah dikasih hratisan juga mau.
Saya pikir cuma makan aja.
Eh ternyata dan ternyata.
Di sana bertemu banyak teman sejawat, setimeline dan seputar-putar itu saja.

Ngapain sih?
Apalagi kalau bukan ngumpul.
Dan asyiknya lagi adalah, jreeeng.
MASAK!
Hal yg mungkin jarang dan tidak pernah saya lalukan.
Secara saya pemalas, mentog jg bikin mie goreng atau mie rebus instan.
Yang cuma 5menit jadi buat penambal perut yg keroncongan.

Di mana coba tempatnya?
Nah, ini tempat udah sering saya lewatin.
Alhamdulilah rasa penasaran itu terbayar tuntas.
Di L'Osteria tempatnya deket pasar santa situ deh.
Kalau pengen tahu lebih lanjut japri saya #eh #modus hahaha

Ada apa aja di sana?
Pizza dan spagheti pokoknya.
Enakkk, dan saya masak spagheti dong!
Hahahahaha bisa juga ternyata ya. 

Seru dan menyenangkan seharian eh sesorean di sana.
Ketemu teman dan paling happy dibawain pizza pulang ke rumah.
lalalalalala 
Apalagi saya, anaknya gampang terbujuk hratisan.

*salam dari perut keroncongan saat nulis* 



Mau pamer foto sama chef somet ah pas masak.
Ini lho iniii, difotoin mas @goenrock