Kamis, 05 Februari 2015

Jadi detektif? Siapa takut!



Awal tahun 2015 ini, saya mengawalinya dengan permainan Escape Hunt. Hmm, udah bulan lalu sih tepatnya main, minggu pertama bulan Januari #dijelasin

Sebenarnya sudah lama pengen ke sini, biasa dikasih tahu teman dan karena saya berjiwa "penasaran sungguh" jadi ya wacana untuk datang ke mari sangatlah besar. 

Pas banget ada teman datang, setelah seharian muter-muter Jakarta dari ke IKEA, Pasar Santa dan kami pun bingung nih enaknya lanjut ke mana lagi. Saya memberikan beberapa pilihan antara lain, ngopi di tempat hengot yg hieeetz, main laser atau main detekfif ini. 

Tempatnya di Kemang, hietz bingit kan? Tepatnya di sebrang KFC sebelah indomaret lantai dua, di deket lacodefin dan tempat-tempat hietz di kemang lainnya. 

Saat datang kami bingung, harusnya sih reservasi dulu tapi karena modal nekat kami dateng aja dan sok-sok tanya. Kali aja ada rejeki nomplok, ye kan? 

Kami ber-empat pun didatengin mbak-mbak yang gawe di situ. Manis dan cantik, yang cowok juga nggak kalah ganteng kok. Mbaknya ngasih tahu permainan apa ini, bayar berapa dan ngapain aja di dalem. Pas lihat harganya sih "mata melongo" karena apa? Ya untuk ukuran anak kos seperti saya suh mehong ye, 800-900ribu gitu buat ber-empat. Tapi, karena "rasa sungguh penasaran" ini akhirnya nekat. Itung-itung seumur hidup sekali. Efek kebanyakan nonton detektif conan bikin pengen aja mewujudkan impian. Daripada sekolah detektif dan lain-lain kan lebih mahal dari itu. 

Permainannya, kita akan dikurung dalam ruangan untuk memecahkan suatu kasus. Jadi akan ada gembok, gembok, dan gembok yang memberikan jawaban serta kunci untuk membuka pintu ruangan tersebut bersamaan dengan terkuaknya pelaku kasus yang kita kerjakan. Ya, mirip-mirip detektif conan gitulah harus mecahin masalah, kode, dan lain-lain.

Dikarenakan kami hanya seorang butiran debu yang sangat cupu, kami minta ruangan dan kasus yang dipecahkan yang sangat mudah. Dapetlah ruangannya, ruang belajar. Lalu, kami dikurung di dalemnya. Penasaran? Pengen tahu kami ngapain? Mention saya di @ipimaripi saya ceritakan detailnya dan keseruannya :DDDD 

Oh ya, jangan takut kita bisa meminta tolong game master untuk membantu mengarahkan dan memberikan petunjuk. Pokoknya kita dikurung sejam sampai dapet gembok buat mencet bel hahaha 

Intinya, kita harus memecahkan kasus. Dan di dalam ruangan tersebut banyak sekali rahasia yang harus kita pecahkan. Ada pintu dalam pintu, ada ruangan dalam ruangan. Bikin kepo kan? Iya! Harus nyoba langsung soalnya hahaha

Dengan harga segitu, SAYA puas! Karena bisa main seseruan dan bisa tahu karakter temen saat panik hahaha lucu deh! Harus mencoba :D

Btw, buat detailnya lihat website www.jakarta.escapehunt.com


Rabu, 04 Februari 2015

Ramen, enak?



Ramen, inget naruto? Hahaha 
Saya hobi banget nonton kartun Jepang dulu. Hampir tiap hari, pagi-sore-malem ada tsubasa, slam dunk, ninja hatori dan favorit selama idup ya Doraemon.

Alhamdulilah, 2013 ada rejeki untuk datang ke Jepang untuk melihat kota dan negara yang selama ini cuma ada di kartun dan tentunya komik.

Makan ramen jadi kegiatan rutin bagi saya, seenggaknya nyisain duit buat jajan makanan ini sebulan sekali. Dan tenthnya mencoba makan di tempat yang berbeda.

Ramen juara menurut saya selama beberapa tahun terakhir ini makan tetep di Marutama. Tempatnya ada di sentral senayan dan Plaza Indonesia kayaknya. 

Saya mencoba di Sentral Senayan, apa sih yang membuat enak? Kaldunya. Dan katak @kelakuan temen saya, Rame. yang enak itu yang telornya setengah matang. Tapi percaya nggak percaya emang iya sih, gimana kalau menurutmu? 

Tempat yang pernah saya datangi untuk makan ramen di Ikkudo Ichi (enak juga) Sanpachi (biasa, standar) Shinmen (PVJ, Bandung - enak) di melawai makan dua kali lupa nama tempatnya, dan biasa. Sisanya kebanyakan makan di Sanpachi hehehe #sesuaibudget #halah #ngeles

Kemping dan Makan Banyak



Entah sudah berapa kali saya bertandang ke sini, dari jaman 2011. Sendiri pernah, sama temen pernah, rombongan pernah. Ngapain sih? Adem aja, seger, menghirup udara segar dan jauh dari ibu kota yang bising dengan klakson serta asap knalpot. 

Menyenangkan di sini adalah ketika bertemu dengan orang-orang baru yang sama-sama bertujuan sama, yaitu menenangkan diri atau hanya refreshing serta piknik. 

Akhir pekan lalu, saya datang bersama dua orang teman (padahal musuh bebuyutan) untuk hore-hore, dan jalan-jalan saja. Maklum kami bingung gimana mau ngabisin duit #digetok #bhay 


Bersama dua wanita (yang katanya tahun ini bakal ada yang kawin) ini saya mulai perjalanan dengan kereta. Pilihan sih bisa bawa kendaraan sendiri atau kereta, tapi karena pengen tenang tanpa kemacetan, ya saya sebagai ketua tim perjalanan kali ini memilih untuk naik kereta dengan modal 20ribu kalau pengen yang ekonomi dan 50ribu kalau pengen yang ekskutif dengan bonus kursi bisa diselonjorin. Tenang, sama-sama dingin karena pakai AC, iya yang ekonomi beneran AC rumah yang dipasang di gerbong #ciyus 


Dua wanita tadi udah diwanti-wanti pakai sendal jepit buat di TKP. Karena mau tracking, ah tapi yasudahlah mereka memilih mengorbankan sepatu dan sendal cantik mereka untuk berlumpur-lumpur HAHAHA rasain deh itu susah nyucinya #BHAY 


Sayang, kami cuma semalem di sini. Karena salah satu dari kami (mau pacaran) ingin pulang dengan segera karena harus kembali bertugas sebagai (kuli bangunan) mbak-mbak dokter muda. 

Jadi, Sabtu kami datang dijemput temen dan berkeliling kota Sukabumi lanjut jajan-jajan makanan dan naik ke situgunung trus tracking lalu makan malem, api unggun, makan jagung, makan tahu (makan mulu) dan tidur ditemani hujan rintik-rintik. Kedinginan? iya dong, tapi santai ada sleeping bag serta kasur empuk di dalam tenda hingga menghangatkan kami walau tanpa pelukan seseorang #duileh 


Paginya, kami ke Danau lalu tracking eh naik ojek ding trus mandi, sarapan, pulang. Jadi? Ya harus ke sini lagi. Entah kapan dan sama siapa. Terima kasih duo begundal kesayangan buat trip kemarin. 

Oh ya, di Tanakita rate-nya 550rb per orang. Makan sepuasnya, trus enak banget dalam tenda anget. Bisa Tubing juga, trus ada flying fox. Deket danau dan curug. Bisa tracking ke sana agar badan kuat, sehat lalu bonus hati tentram. 

Banyakan sih pada sama keluarga, atau outing kantor. Tapi kalau yang masih single juga bisa, kali aja jadi double di sana #ehgimanasik

Coba deh cek websitenya www.tanakitacamp.com 



Minggu, 04 Januari 2015

2014?

2014, beberapa hari lalu sudah lewat.

Apa sih yg saya lakukan? 

Pergi ke... ? : 
Ke Penang (kota yg indah buat makan hahaha) Ke SG (akhirnya ke USS juga) ke Jogja (ziarah mantan #eh) Mudik (selalu setiap tahun) Ke Wonosobo (Dieng Culture Fest) Cilacap dan Purwokerto (Kondangan) Bandung (Kayaknya lagi sering deh fufufu) Sukabumi (Ini juga sering, apalagi tanakita) 

Yang aku lakukan ...? 
Dapet kerjaan baru dua kali di tahun 2014 (Akhirnya keluar dari ahensi, tapi kangen juga di ahensi #gimanasik) melakukan ketololan fatal hahaha (makanya pamit yg bener) Belajar teliti, dapet bos baik dan detail (Ini nih, jangan sembarangan lagi) Kehilangan partner di awal tahun dan mendapatkan partner baru yg lebih kece (Bismillah, yg partner baru) Belajar bisnis dan bikin usaha bareng teman di Manungs (Uhuy, doakan ya) 

Apalagi? Parah lupa nih, yang bener setaun itu cepet banget mamen. Saya aja sampe lupa apa yang saya lakukan. 

Setiap berdoa saya selalu berharap menjadi yg terbaik dari hari ke hari. 

Kalau ditanya resolusi tahun 2015? 
Saya selalu bingung, yg terpenting sih belajar dari kesalahan dan selalu jadi diri sendiri terutama jadilah yg terbaik setiap hari.


Senin, 27 Oktober 2014

Berdendang Akhir Pekan

Bagaimana akhir pekanmu?
Untuk saya, akhir pekan yg menyenangkan akan membuat hari Senin dan awal minggumu menyenangkan juga. 

Seperti akhir pekan ini, saya menikmati dendang musik di sebuah acara Java SoundsFair.

                            YUNA

Ya, menyenangkan.
Ketemu orang baru, ketemu teman lama, dan nostalgia dengan beberapa musisi yang sudah lama saya tidak menikmati serta melihatnya atau bahkan baru pertama kali melihatnya.

Seperti, melihat Sore, The Milo, Homogenic, Adhithia Sofyan, Mocca, White Shoes, dan pertama kali nonton Yuna, Tokyo Ska Paradise, dan juga Cibo Matto.

Bahagia rasanya, bagaimana akhir pekanmu? 

    Cibo Matto : Tiga Nenek Hits

    Tokyo Ska Paradise


Senin, 13 Oktober 2014

Bikin Sesuatu



Apa sih plan ke depanmu?
Saya? Ingin berbagi dengan semua orang.

Namanya juga manusia, keinginan tidak ada habisnya. 
Berawal dari teman dan juga saudara saya yg bercerita tentang "berbagi" dan dia merencanakan membuat "sesuatu".

Saya pun ikut bergabung di dalamnya, akhirnya. 
Kesadaran atas apa yg saya inginkan ke depan ini yg membuat saya ikut andil di dalamnya. 

Saya punya "Manungs" sekarang.
Dia spirit saya untuk plan ke depan saya yaitu "berbagi ke semua orang"

Di dalam manungs, saya dan partner membuat sedemikian rupa yg sesuai dengan yg kami inginkan.

Idealisme, egois, dan apa yg ada di dalam kepala saya ada di Manungs sekarang.

Beri kami dukungan untuk bisa menjalaninya ke depan. Amin ^^ 

Rencana, dan rencana ke depan sudah kami buat. Semoga sesuai ya, yes! 

Penasaran apa itu Manungs? Cek instagram kami @manungs ya :) 



Sabtu, 20 September 2014

Piknik Aja Dulu ke Dieng



Saya mempunyai rencana setidaknya setiap bulan saya melepas penat dengan kejenuhan kerja dan keseharian.

Edisi akhir Agustus kemarin saya bersama tiga orang teman pergi ke Dieng.

Ada apa di sana? Kami memang niat ke sana semenjak bulan Ramadan kemarin bertepatan dengan Dieng Culture Festival.

Tiket sudah siap, tapi menjelang harinya beberapa teman kami tidak jadi berangkat. Ini tidak membuat kami yang lain mengurungkan niat pergi, kami tetap berangkat.

Perjalanan kami sungguh menyenangkan, itinerary sebenarnya dibuat dengan sangat "yaudahlahya" nanti sambil dipikir.

Tiket di kereta harusnya turun Kutoarjo, tapi karena acaranya sendiri baru hari Sabtu dan kami berangkat Kamis malam.
Jadi, rencana awal yang mau rafting kita ubah untuk jalan-jalan di Jogja. 

Ngapain aja di Jogja? Kami makan, dan makan lalu mampir ke beberapa tempat untuk mengambil gambar dan makan lagi.

Sorenya kami melanjutkan perjalanan dengan Bus ke Magelang lalu ke Temanggung.
Hampir saja kami terlambat, perjalanan kami penuh drama. Kenapa? 
Di Magelang kami harus menunggu bus lama dan akhirnya naik omprengan sampai Temanggung.

Lalu? Kami makan lagi dan lagi :)))) 
Hawa dingin membuat kami ingin makan terus dan terus #ngeles 

Paginya, kami berangkat ke Dieng melewati pegunungan dan kebun teh. 
Pemandangan yang dirindukan oleh kawan-kawan saya yang biasa melihat macet serta polusi :p 

Sampai Dieng, kami ke beberapa tempat wisata di dalamnya dan menunggu malam untuk menikmati Jazz Atas Awan serta Lampion.

Harusnya acara inti ada di Hari Minggu, namun keterbatasan waktu jadi rencana kami tidak bisa bermalam di Dieng karena esok paginya mengejar kereta untuk pulang ke Ibukota.


Malam pun datang, hawa dingin tambah menusuk nusuk tubuh saya. 
Info yang saya dapet suhu mencapai 3 derajat, entah benar apa salah.
Saya yang "anak gunung" saja menggigil dan gigi saya bernyanyi "drrreeegh" 

Jazz Atas Awan mulai, penonton berdatangan dari segala penjuru. 
Sesak rasanya ketika kami berdiri dan melihat sekeliling.

Sayang, sound dan temanya tidak sesuai harapan saya. Panitia yang salah? Tidak, hanya mereka kurang berpengalaman saja. 

Sungguh sayang sekali, padahal orang-orang banyak yang niat datang dari beberapa kota. 

Kemudian lampion dan kembang api bermunculan, ini yang membuat saya kagum. Kata orang-orang "nice view"
Ya, memang benar. 

Dingin dan tambah dingin, jaket saya dan semua yang ada di badan saya tidak bisa membuat saya hangat. 

Niat kami ingin pulang lebih awal untuk istirahat, tapi sekali lagi sayang kami tidak beruntung. Jalanan tidak bisa kami lewati, macet total.

Saya bergumam, sudah keluar dari Jakarta tetap kena macet juga ya hehehe 

Akhirnya kami tidur di kendaraan sampai menunggu kemacetan reda. 


Menjelang sepertiga malam kami akhirnya bisa pulang, tapi kami ingin menikmati sunrise dulu.

Saya menyarankan mampir di Posong dan ini dia, keren! Bersyukur atas NikmatNYA. 

Perjalanan kami usai, dan harus kembali pulang mengejar kereta ke Jakarta.

Terima kasih, untuk liburan, tawa, kedinginan, drama mengejar kereta, dan juga mengejar Bus. 

Sampai berjumpa di keriaan lainnya ^^



Jumat, 05 September 2014

Jam Orang Indonesia



Oh ya, hari ini bisa ketemu? 
Oke, maleman ya.

Eh, bisa dateng sekarang nggak?
Entar ya, habis maghrib.

Dan masih banyak lagi, jawaban ajaib yg keluar. 
Kamu seperti ini? Kalau saya, iya! 
Saya masih tipikal yg menjawab seperti itu kok.
Kenapa? Jujur, saya anaknya nggak enakan.
Tiap orang bilang apa, semampu saya ya saya iyakan.
Padahal jatuhnya jadi datang telat.
Tambah nggak enak kan? 
Itulah saya, dan mencoba untuk mengurangi hal ini. 
Kalau emang nggak bisa ya saya berusaha sekarang bilang enggak. 
Kenapa? Saya takut dibilang "cah wacana" 
Hih ;))) Soalnya, saya kebanyakan jawab, Insya Allah, maleman, OTW, dll.
Padahal juga saya belum kelar menyelesaikan hal lain sehingga bikin nggak tepat waktu. 

Kamu gimana? Masih ingin nge-PHPin orang? #eh

Senin, 01 September 2014

Tiga Bulan Lalu


Kamu nggak papa?
Iya, aku baik-baik saja.

Tiga bulan lalu, menjawab dgn i'm fine its okay! 
Padahal juga, sakitnya di sini :)))

Roda itu berputar dan rejeki jodoh semuanya sudah ada jalannya.
Kita? Tinggal ngejalanin dan sabar aja.
Dan lakukan yg terbaik untuk harimu. 
Punya rencana memang, tapi kan Tuhan yg lebih punya rencana ajaib dan terbaik.


Rabu, 27 Agustus 2014

Menulis Harapan


Apa sih harapanmu? 
Setiap orang pasti punya harapan. 
Kalau disuruh menulis harapan, mungkin inilah sepuluh harapanku tahun ini :

1. Bersyukur tiap hari, apapun itu. 
2. Lebih rajin menunaikan kewajiban dunia akhirat.
3. Tambah disiplin waktu.
4. Sering-sering nelfon Ibuk.
5. Dikelilingi orang yg baik luar dalam.
6. Berbagi rejeki ke sekeliling orang.
7. Bisa tersenyum setiap hari.
8. Mengontrol emosi jiwa dan raga.
9. Bisa melakukan keinginan saya untuk setidaknya sebulan sekali piknik atau refreshing.
10. Nabung untuk keinginan-keinginan saya.

Nah, kalau kamu?