semua akan indah pada akhirnya ^^


Akhir-akhir ini banyak sekali kejadian yg terjadi di sekitar kehidupanku, dari kejadian yg menyangkut banyak orang dan menyangkut beberapa orang. Aku hidup di kota Jogja yg memang kota yg nyaman tp kemarin-kemarin ini berasa kota mati yg ditinggal penghuninya sepi sekali, tidak seperti yg aku tau kota yg selalu ramai dgn hiruk pikuk kesibukan sehari-harinya bahkan kota yg 24jam selalu ada saja yg msh melek.

Ya semua ini karena sebuah kejadian yg mereka sebut bencana alam, bencana alam yg terjadi empat tahunan bahkan enam tahunan yg memang rutin dari gunung aktif Merapi yg memuntahkan isinya sehingga berakibat adanya hujan abu yg beberapa hari ini menyelimuti kota Jogja dan sekitarnya. Setiap orang di wajibkan memakai pelindung berupa masker jd ketika aku keluar kos dan melewati jalanan kota Jogja aku berasa di jalur gaza yg sepi dan ketika warganya keluar berasa terasing karena memakai masker semuanya, jalanan yg biasanya ramai dan macet kemarin ini sepi sekali dan putih semua karena abu vulkanik yg menyelimuti jalanan tersebut.

Berita-berita di Televisi pun heboh dan semakin gempar, hanya untuk meraih rating mereka memberikan informasi yg belum terbukti kebenarannya pdhl seharusnya mereka memberikan informasi yg fakta dan benar-benar terjadi namun apa mereka berlagak  sok tau dan yg penting paling cepat tayang memberikan informasi tersebut. Dan ini berakibat kepada orang-orang di luar Jogja yg panik akan nasib keluarga mereka yg mendiami kota pelajar ini. Orang tua pun panik akan nasib anak mereka yg menuntut ilmu di Jogja, mereka pun ikut heboh memulangkan  anak mereka kembali ke tempat asal, untuk ngungsi menghindari bencana ini.

Apa dgn keluar dari kota ini akan menyelesaikan masalah?
Bandara pun tutup hingga tanggal yg blum di tentukan,satu-satunya jalan yaitu dengan perjalanan darat, oleh karena itu stasiun dan terminal bus pun dipenuhi oleh pemudik dadakan yg kabur dari Jogja ngungsi sampai Merapi sudah tidak batuk-batuk lagi. Padahal tenaga mereka di butuhkan untuk membantuk sesama menjadi relawan atau volunter bagi pengungsi beneran yg tinggal beberapa kilometer dari puncak gunung Merapi. Pengungsi yg berpuluh2 ribu tertampung di beberapa tempat yg sangat membutuhkan pertolongan, dari yg bayi sampai kakek nenek berkumpul tidak memandang pekerjaan tidak memandang derajat mereka bersatu jd satu untuk berlindung dari Merapi.

Mari kita renungkan mari kita selesaikan masalah ini bersama-sama, kita pasti yakin bahwa Tuhan akan memberikan keindahan pada akhirnya, ini semua hanya teguran untuk kita agar bisa lebih introspeksi dgn apa yg ada di sekeliling kita dgn saling peduli dgn sesama makhluk hidup. 

Comments

Popular Posts