Samarinda dan Makan

Akhir pekan adalah surga buat para pekerja seperti aku :) Dan akhir pekan ini aku mengalami masa jenuh saya di kota kecil yg sering aku sebut hutan :)) maafkan habis sepi sekali, Kejenuhan itu muncul dan ranselku mengajak untuk refreshing dikit lah, oke perjalanan ransel dimulai sabtu pagi ke arah Samarinda yg ditempuh dengan jalan darat sekitar 3jam dengan jalan yg cukup dan sangat ekstrem kalau aku bilang. Bagaimana tidak, jalanan berliku dan banyak yg bolong naik turun aaaaaaaaaaak melewati bukit menangis karena sangat menanjak sehingga orang sekitar menyebutnya bukit menangis lucu jg ya hehe.

Dimulai dari ketinggalan bis yg seharusnya berangkat pagi, aku dapet bis yg lumayan membuat badan pegel dan sangat pegel. Sebelum sampe Samarinda, bis yg ak naikin rem-nya blong damn :)) nyengir aku untung turun dan naik angkot dan sampai Samarinda agak siang, istirahat sejenak dan malam aku jalan muterin kota tepian ini yg berdebu dan banjir, kenapa banjir? penyebabnya masih simpang siur.


Akhirnya aku berhenti di tempat makan yg khas, katanya :) Tempat makan ini menyediakan ayam banjar, dari bentuknya ayam goreng biasa namun penyajiannya ada samabl goreng ati dan sambel beserta sayur. Dan kita duduk langsung ada mas-mas mendorong isi makanan tersebut. Seperti di Rumah Makan Padang sih kalau aku bilang, cara pembayaran mas-nya mendekati dan menghitung apa saja yg kita makan lucu juga sih :) sambalnya enak loh :)

Minggunya, kesiangan lagi dan ketinggalan bis lagi :))) dan saya pun naik taksi (orang bilang) dengan membayar 2x lipat daripada bis wahihihihihi


Comments

Popular Posts