bulan yang dinanti (?)

Ramadhan taun ini terasa beda dengan taun-taun yang lalu, taun ini aku menikmatinya di Bontang Kaltim. Terasa banget bedanya disini, biasanya kita bangun sahur dibangunkan oleh teriakan dari masjid pertanda sahur dan imsak. Disini tidak sama sekali, imsak pun aku hanya berpacu pada selembar kertas yg aku ambil dari masjid deket kosku. Bahkan ketika aku sedang menghabiskan santap sahur, tiba-tiba sudah adzan subuh. Di tempat kerja jam kerja pun tetap dan tidak berbeda tidak ada potongan seperti para pegawai negri sipil lainnya, tetep jam7 pagi sampai dengan jam4sore. Adzan subuh disini sekitar jam5an pagi, sedangkan adzan maghrib sekitar jam setengah7 malem. Sebenernya sama aja kayak di jawa, hanya yg membedakan disini kelebihan sejam alias masuk dalam Waktu Indonesia Tengah. Menanti bedug maghrib dulu jaman masih di Jogja, aku selalu datang ke lembah UGM atau sekedar jalan-jalan mengitari kota Jogja dan mencari jajanan ta'jil. Bahkan sering mengadakan acara buka bersama bareng temen-temen, dan itu semua membuatku merasakan perbedaan yg sangat jauh dibanding disini. Di Bontang karena aku masih dibilang newbie jadi ya nunggu bedug maghrib hanya di kos atau cuma keliling kota Bontang yg dengan waktu 5menit sudah mengitari kota kecil ini. Paling tidak ada semacam pasar kaget sore yg berada di area Pupuk Kaltim. Selebihnya menunggu bedug ya hanya di kos saja. Alhamdulilah, ramadhan taun ini aku sudah mengenakan hijab, sebenernya sudah lama ingin menutup aurat namun kesiapan jiwa dan raga yg harus aku perlukan dulu. Tidak semata-mata hanya untuk gaya-gaya'an.


Bagi beberapa kalangan mungkin ini bulan yg dinanti dimana, kita berlomba-lomba dalam mencari pahala dan beribadah dengan tekun. Namun dilain hal ada beberapa oknum yang memanfaatkan bulan ini, miris memang mendengarnya tapi bagaimanapun juga inilah fakta yang terjadi :) Buatku bulan ini memang beda, selain kita menahan haus dan lapar di bulan ini kita juga diharuskan menahan hawa serta nafsu atau amarah sekali pun. Ini membuatku bisa belajar untuk bersabar dan mencoba memperbaiki diri, dimana kita bisa introspeksi diri. Aku juga berharap ramadhan ini lebih baik dengan ramadhan tahun lalu, dan bisa mendapatkan kemenangan di bulan ini. Well, untuk tahun ini aku memang merasakan ramadhan di kota orang dan akan kembali ke fitri di kota orang juga, berat memang karena ini pertama kalinya aku mengalami ramadhan dan lebaran bukan di tempat biasa kita melakukannya. Aku pasti bakal kangen masakan ibuk, suasana kumpul keluarga besar dan acara silaturahmi open house dan sebagainya. Ya, tahun ini tahun terberatku memang, tapi ini merupakan suatu tantangan dimana aku bisa belajar dari semuanya :D *sokbijak*

Comments

Popular Posts