Ramadhan di Pulau Sebrang

Ramadhan taun ini beda daripada taun biasanya yg aku habiskan di tanah jawa, tepatnya di Jogja selama hampir empat tahun. Ramadhan kali ini aku merasakan kultur dan suasana beda, ya aku di Bontang dan merasakan hal yg agak aneh disini. Kelebihan sejam dari waktu di jawa membuat perbedaan waktu yg cukup signifikan, kebiasaan sahur jam setengah empat atau jam empat skrg sahur jam setengah lima, dan tidak ada suara imsak disini. Tiba-tiba langsung adzan subuh. Bedug maghrib biasa setengah enam lebih, disini mau buka puasa nunggu jam setengah tujuh malam. Perut sudah keroncongan sekali itu hihihihi Di daerah PKT ada sejenis pasar kaget, semacam pasar sore di kauman Jogja sana atau seperti kita ngabuburit di kawasan UGM sana.

Yang dijual makanan ta'jil atau makanan kecil kue-kue, bingka dan makanan khas beberapa daerah. Ada gudeg, ada mie aceh, dan beberapa makanan khas kutai serta kalimantan sekitarnya. Ini berada di deket masjid Baituraman komplek Pupuk Kaltim. Rame benar kalau sudah mendekati waktu berbuka, sambil ngabuburit dan membeli beberapa makanan. Biasanya yang datang kadang masih pake seragam, entah itu PNS atau pegawai beberapa perusahaan sekitar daerah Bontang, Maklum Bontang ternyata mempunyai beberapa PT , ada yang bergerak di bidang tambang dan sebagainya. Kebanyakan warga disini adalah warga pendatang dari beberapa tempat di luar Bontang atau bahkan di luar pulau Kalimantan. Seperti aku contohnya, hehehe Jadi bahasa sehari-hari di Bontang malah kadang aku memakai bahasa Jawa atau Indonesia saja. Kalau ditanya bahasa lain aku tidak tahu,. Banyaknya kaum pendatang disini, membuat kota ini menjadi seperti kota industri, mereka datang hanya untuk bekerja dan mencari nafkah. Bahkan aku jarang bisa menemukan orang atau penduduk yang memang benar asli dari Bontang.
Oh ya, untuk sholat Tarawih aku juga merasakan hal yang berbeda, aku juga merasakan sholat Tarawih di beberapa tempat. Di masjid dekat kos, disana disediakan layar lcd untuk melihat khutbah sebelum sholat dan disediakan 10buah AC agar jama'ahnya bisa khusyuk dan tidak kepanasan. Kalau di masjid Baiturahman dikarenakan tempat sudah terbuka sehingga tidak disediakan AC, namun di sediakan layar proyektor untuk melihat khutbah. Di masjid Al-Falah disediakan 10buah AC juga agar jama'ah tidak gerah. Biasanya sholat Tarawih hanya 8raka'at dan 3raka'at witir. Di mulai dengan pukul 19.30WITA biasanya selesai pukul 21.00 atau 21.30 WITA. Yang mengisi khutbah biasanya mubaligh yang didatangkan dari Jawa. Hmmm, agak mewah ya dibandingkan aku biasa sholat di Jawa sana hehe

Menjelang lebaran biasanya masjid malah sepi, hampir semua memenuhi tempat belanjaan, ya walaupun di Bontang hanya terdapat Ramayana biasanya orang-orang disini memang konsumtif sehingga mau tidak mau mereka pergi ke Samarinda atau bahkan ke Balikpapan untuk memenuhi kebutuhan Lebaran. Kemarin sempat mampir ke Bontang Plaza tempat belanja kebutuhan, melihat sudah ada beberapa kue lebaran seperi nastar, kastengels dan lain sebagainya. Kaget banget ketika ngeliat harga, 95ribu padahal itu toples kecil dan kita juga belum tau rasa kue itu enak apa enggak, dalam hatiku mahal bener harga segitu ckckckck

Buatku, itu mahal banget, soalnya memang jarang sih keluargaku beli kue. Ibuk biasa bikin sih, malah kadang dapet pesenan kue. Oke taun ini, aku tidak menikmati semua kue dan masakan dari ibuk. Agak beda banget lebaran taun ini, aku berlebaran sendiri di pulau sebrang. Sekarang H-1 menuju lebaran dan miris aku masih saja berkutad dengan kerjaan hihihi
Malah besok lebaran aku hanya libur sehari, rabu sudah mulai kerja lagi. Resiko memang, tapi mendingan kerja juga sih daripada libur malah cengok bingung mau ngapain, akhirnya mewek sendirian deh di kos HAHAHAHA. Well, selamat kembali ke suci.

Comments

Popular Posts