Cerita dari Kota Untuk Borneo

Banyak cerita, bertemu orang baru, keluarga baru dan pastinya cerita baru. 180hari lebih bersama, ada cerita setiap harinya. Bosan bertemu dengan orang-orang itu? pasti, dari pagi sampai malem dan pagi lagi berjumpa dengan mereka. Di kota kecil yang bisa dibilang kecil sekali, lima menit saja sudah bisa mengitari kota ini. Orang-orang yang hampir setiap hari itulah keluarga baruku disana, di tempat yang baru pertama kali aku datangi, sendirian, tak kenal satu pun orang disana. Awal mula disana seperti orang asing dan orang hilang yang tak tau arah. Dan ternyata masih ada tempat yang bisa dibilang jauh sekali dari kota, dan terdapat orang-orang seperti mereka disana. Orang yang aku anggap saudara itu, semuanya. Ada OB kantor, ada teman seperjuangan ada partner kerja, ada anak magang serta ibu-ibu para pekerja dan semuanya. Mereka pun sudah menganggap aku seperti keluarga sendiri juga.
 
Bosan, jenuh, penat, aku merasakan disana. Tidak ada hiburan, sama sekali. Hanya bebergapa gadget yg menemaniku. Internet dengan berita serta linimasa dan teman-teman di kota lain yg sering berbincang dgn 140 karakter itulah temenku di dunia maya. Satu orang yg dekat denganku disana, ya aku menemukan sahabat disana. Sampai skrg pun aku masih rutin berkomunikasi dengannya. Calon teman masa depan yg menemaniku di henpon dengan bentang jarak yg panjang dan skrg hanya sebagai seorang teman saja. Terima kasih buat supportmu ya :D Kita teman dan selamanya teman kok.


Enam bulan lebih, bukan waktu yang cepat untuk mengerti satu sama lain antara kami. Konflik pasti ada, dan itulah yang bisa membuat aku survive disana. Lingkungan baru, cuaca baru, tempat baru, dan pastinya pekerjaan baru. Rasa bosan dan ingin pulang pasti ada, apalagi saat lebaran tiba aku menikmati di pulau lain dan sendiri. Tapi adanya mereka aku bisa menikmati itu, dan disana menjadikan aku sosok yang mandiri, agak dewasa sedikit dibanding di Jogja :) Terima Kasih Bontang dan teman-teman. Mas adi, Dita, Mas Hari, Mas Anca, dll

Aku sudah di kota sekarang, dengan kemacetan dan cerita tentang sumpegnya ibukota. Kadang aku merindukan damai dan tentram disana, tp disisi lain bosan juga disana. Ah, semua itu ada plus dan minusnya :) Setidaknya ada cerita dari Bontang untuk anak cucuku kelak :D Kota Taman kata orang sana, namun sebenarnya tidak ada taman yg benar-benar taman, hanyalah gersang dan panas serta debu. Terima kasih untuk kehidupanku dan ceritanya :)

Comments

Popular Posts