Hujan, gelap dan kembali ke awal

Rintik hujan mulai membasahi jalanan dimana langkahku berjalan malam itu, namun ini tak menghalangiku untuk terus melangkah menuju tempat dimana aku bisa duduk di pojokan dan menghabiskan waktuku melihat serta membuka lembar demi lembar secarik kertas disana.


Setelah memutar dari lorong ke lorong, melihat dengan seksama beberapa buku disana, aku pun memutuskan untuk mengambil salah satu buku dan membukanya. Membaca, kemudian sedikit berdecak kagum dengan apa yg mereka tulis disitu. Tak selang berapa lama, musik pun mengalun, dan lagu ini sudah tak asing bagiku. Suara dari speaker sangat terdengar jelas. Ya, lagu ini lagi terdengar lagi di telingaku. 

"i'm going back to the start"

Ini mengingatkanku kembali beberapa hari yg lalu, earphone di kantor juga mengalunkan lagu yg sama dan berulang-ulang. Sepertinya ini, membuatku untuk kembali mengulang dari awal, dan semuanya tidak mudah seperti apa yg kita pikirkan, akan ada masa-masa serta part-part sendiri untuk menjadi sebuah yg sempurna.

Ketika kita mulai membuat suatu cerita, bab demi bab kita susun namun kadang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Ini mengharuskan kita untuk kembali ke awal lagi, mengulang lagi. Ini semacam sebuah perjuangan yg membutuhkan waktu tak lama dan tak juga singkat. Namun, kita bisa mempercepatnya jika kita mempunyai energi untuk itu.

Musuh kita hanya satu, malas. Semakin kita malas, mungkin semakin lama waktu kita untuk memulai dari awal lagi dengan cerita baru lagi. Namun, kerikil dan tikungan yg pernah kita lewati ini akan menjadi suatu kekuatan, setidaknya kita pernah berhasil melewatinya. 


Coldplay - The Scientist

18 Novermber 00.42



Comments

Popular Posts