Ini Tentang Bubur Ayam

Sebenernya, bubur ayam bukan menjadi makanan favoritku. Tapi entah kenapa minggu-minggu ini hampir sering aku makan bubur ayam.

Entah itu saat sarapan, dan saat malam.
Beberapa tempat kadang menjadi sasaran buat mencoba dan merasakan.
Dari segi harga dan rasa tiap tempat memiliki perbedaan.

Bubur ayam senopati, merupakan tempat favorit saat sarapan.
Bubur ayam depan makam pahlawan kalibata menjadi makan malam yg nikmat.
Lebih nikmat lagi adalah bubur ayam barito, ini enak dan pake banget menurut saya.
Bubur ayam yg dibelikan OB kantor, ini juga nikmat.
Dari harga 6ribu - 15ribuan, ini membuat kantong tidak kempes ^^


Dulu, kalau aku makan bubur pasti aku aduk dan aku campur.
Trus permasalahan datang ketika aku share makan bareng, ketika itu aku mengaduknya.
Dan YBS ternyata tidak suka bubur itu diaduk, dia bilang semacam muntahan kucing.
Setelah aku amati seksama, benar juga.
Lebih nikmat ketika makan bubur ayam tidak diaduk dan dicampur.
Lebih bisa menikmatinya, ternyata.

Balik lagi, ini soal selera kawan.

Selamat menikmati!


Comments

Popular Posts