Namanya itu Rindu!




Hai Bapak, ibuk, mbides, mas iza :)
Apa kabar kalian semua?
Sudah dari 1998 saya tidak bertemu Bapak, baik-baik di atas ya Pak! 
Ibuk, sehat kan? 
Mbides, gimana ponakanku? Sehat juga dong!
Mas iza, jangan kebanyakan ngerokok Bro!

Bisa dibilang, bertemu dengan mereka terakhir berbulan-bulan lalu.
Saya sih yg terlalu sibuk dgn keseharian, kadang satu pesan singkat saja belum tentu terkirim ke mereka.
Ibuk saya sendirian di kampung pasti butuh teman ngobrol.
Semacam "kebangeten" alias keterlaluan kadang saya.
Ibuk saya bilang "Ibuk nggak butuh apapun dari kamu, cuma butuh kabar aja" 
Ya, saya kadang nggak enak aja, udah umur segini masak nggak ngasih apa-apa.
Kalau Ibuk sms atau nelfon saya suka deg-degan.
"Duh, apalagi ini"
Padahal Ibuk cuma pengen tahu kabar saya saja, anak bungsunya yg jauh-jauh pergi. 
Bukan mau minta (lagi).
Saya yg salah :( 

Ah, memang saya yg keterlaluan.
Tidak pernah mengirim kabar.
Seminggu paling saya berkirim kabar tiga kali, dan itu lewat pesan singkat.

Ke saudara-saudara saya pun juga gitu.
Ya, saya rindu kalian.
Rindu jaman seminggu sekali pergi berlima.
Nungguin Bapak "nge-wasit" di lapangan bola, saya dan mas iza duduk deket lapangan beli jagung bakar.
Atau pergi berlima, beli makanan di luar saat Ibuk nggak masak.
Dan pergi berlima, sekedar untuk jalan-jalan ke luar kota. 

Baik-baik ya kalian semua :) 
Saya rindu saat itu.


Comments

Popular Posts