Piknik Aja Dulu ke Dieng



Saya mempunyai rencana setidaknya setiap bulan saya melepas penat dengan kejenuhan kerja dan keseharian.

Edisi akhir Agustus kemarin saya bersama tiga orang teman pergi ke Dieng.

Ada apa di sana? Kami memang niat ke sana semenjak bulan Ramadan kemarin bertepatan dengan Dieng Culture Festival.

Tiket sudah siap, tapi menjelang harinya beberapa teman kami tidak jadi berangkat. Ini tidak membuat kami yang lain mengurungkan niat pergi, kami tetap berangkat.

Perjalanan kami sungguh menyenangkan, itinerary sebenarnya dibuat dengan sangat "yaudahlahya" nanti sambil dipikir.

Tiket di kereta harusnya turun Kutoarjo, tapi karena acaranya sendiri baru hari Sabtu dan kami berangkat Kamis malam.
Jadi, rencana awal yang mau rafting kita ubah untuk jalan-jalan di Jogja. 

Ngapain aja di Jogja? Kami makan, dan makan lalu mampir ke beberapa tempat untuk mengambil gambar dan makan lagi.

Sorenya kami melanjutkan perjalanan dengan Bus ke Magelang lalu ke Temanggung.
Hampir saja kami terlambat, perjalanan kami penuh drama. Kenapa? 
Di Magelang kami harus menunggu bus lama dan akhirnya naik omprengan sampai Temanggung.

Lalu? Kami makan lagi dan lagi :)))) 
Hawa dingin membuat kami ingin makan terus dan terus #ngeles 

Paginya, kami berangkat ke Dieng melewati pegunungan dan kebun teh. 
Pemandangan yang dirindukan oleh kawan-kawan saya yang biasa melihat macet serta polusi :p 

Sampai Dieng, kami ke beberapa tempat wisata di dalamnya dan menunggu malam untuk menikmati Jazz Atas Awan serta Lampion.

Harusnya acara inti ada di Hari Minggu, namun keterbatasan waktu jadi rencana kami tidak bisa bermalam di Dieng karena esok paginya mengejar kereta untuk pulang ke Ibukota.


Malam pun datang, hawa dingin tambah menusuk nusuk tubuh saya. 
Info yang saya dapet suhu mencapai 3 derajat, entah benar apa salah.
Saya yang "anak gunung" saja menggigil dan gigi saya bernyanyi "drrreeegh" 

Jazz Atas Awan mulai, penonton berdatangan dari segala penjuru. 
Sesak rasanya ketika kami berdiri dan melihat sekeliling.

Sayang, sound dan temanya tidak sesuai harapan saya. Panitia yang salah? Tidak, hanya mereka kurang berpengalaman saja. 

Sungguh sayang sekali, padahal orang-orang banyak yang niat datang dari beberapa kota. 

Kemudian lampion dan kembang api bermunculan, ini yang membuat saya kagum. Kata orang-orang "nice view"
Ya, memang benar. 

Dingin dan tambah dingin, jaket saya dan semua yang ada di badan saya tidak bisa membuat saya hangat. 

Niat kami ingin pulang lebih awal untuk istirahat, tapi sekali lagi sayang kami tidak beruntung. Jalanan tidak bisa kami lewati, macet total.

Saya bergumam, sudah keluar dari Jakarta tetap kena macet juga ya hehehe 

Akhirnya kami tidur di kendaraan sampai menunggu kemacetan reda. 


Menjelang sepertiga malam kami akhirnya bisa pulang, tapi kami ingin menikmati sunrise dulu.

Saya menyarankan mampir di Posong dan ini dia, keren! Bersyukur atas NikmatNYA. 

Perjalanan kami usai, dan harus kembali pulang mengejar kereta ke Jakarta.

Terima kasih, untuk liburan, tawa, kedinginan, drama mengejar kereta, dan juga mengejar Bus. 

Sampai berjumpa di keriaan lainnya ^^



Comments

Popular Posts