Serunya Transit di Kuala Lumpur

Siapa pengguna Air Asia di sini? Pasti sudah tidak asing dengan negara ini, karena menjadi tempat transit untuk penerbangan selanjutnya. Ya kan? Sejak dari KLCC
yang miring dengan terminal kampung rambutankemudian pindah ke KLIA yang WOW banget.



Sejak 2013, saya pertama kali naik Air Asia untuk jarak jauh itu pertama kali saya ke Kuala Lumpur. Pertama kali nuker duit ringgit juga buat beli minum. Rate ringgit ke rupiah yang sekitaran Rp3.500an selalu stabil sambil sekarang.
CMIIW ya temen-temen, kali aja salah
Tapi sayangnya, Kuala Lumpur menjadi tempat favorit buat transit saja karena sesungguhnya saya belum pernah stay lama untuk liburan di kota ini. Nampaknya kurang menarik kecuali memang ada yang pengen banget kita kunjungi misalnya ke Genting atau niat belanja make up. Bener nggak? In my opinion ya, tapi untuk transit kota ini worth it kok, karena sangat gampang untuk nyari makanan.

Pernah saya tidur di KLIA tepatnya di ruangaan bersalin di tahun 2015, kemudian di tahun 2016 ini saya numpang tidur bentar di KL Central karena ketinggalan kereta paling malam
seperti biasa karena berawal dari delay pesawat di Jakarta 
Tempat yang wajib buat saya datengi kalau transit adalah tentunya naik kereta ke KL Central kemudian keluar bentar menikmati Kuala Lumpur malam, jalan kaki ke Menara Kembar Petronas dan makan nasi
semacam nasi padang di IndonesiaKandar yang jualan kebanyakan orang India. Lalu jalan-jalan ke Mall di samping-sampingnya.

Untung Air Asia sudah pindah ke KLIA jadi tambah nyaman untuk transit, sebenernya nggak usah keluar KLIA atau naik kereta ke kota juga cukup buat keliling bandara sambil jalan-jalan karena sudah lengkap banget di dalamnya kamu mau nyari apapun juga.



Kayaknya hampir tiap tahun saya mampir ke Kuala Lumpur hanya untuk transit
kecuali tahun 2014, karena ke Penangjadi Insha Allah rencana 2017 juga mau transit lagi buat Umrah. Amiiin.

Jadi, gimana? Kuala Lumpur juga kota transit buatmu?

Comments

Popular Posts