Visa Australia? Tidak sesulit itu!


Biar mirip kayak judul sinetron yang sedikit drama
lebih banyak drama dan nggak masuk akal padahal. Karena memang bikin drama serta penuh deg-degan dibanding yang lainnya.

Iya, benar. Pembuatan Visa Australia ini sungguh bikin nggak bisa bobok nyenyak seminggu. Bagaimana tidak? Jika tidak approve, kerugian yang saya dapatkan:
1. Duit tidak balik untuk bayar visa
2. Tentunya ribet ngurus refund tiket
3. Yang terpenting nggak bisa nonton Mas-Mas Coldplay
yang pengen dipeluk.

Sebelum saya apply langsung, saya mencari tahu tentang bagaimana membuat Visa Australia ini. Banyak cerita yang katanya minimal tabungan 50juta harus diendapkan selama 3 bulan, terus belum tentu approve juga karena tergantung juga sama dubesnya. DEG DEG DEG. Ini nih, yang bikin pusing.

Dengan penuh keberanian
dan pede bangetsaya berani mengajukan Visa Australia tanpa ada tabungan 50juta dan juga ngurus sendiri tanpa agen.

Jadi , syarat Visa Australia itu sendiri adalah :

  1. Pastikan, biar aman kamu sudah punya Tiket PP, Hotel atau tempat menginap (karena saya nebeng di temen, jadi saya minta tolong untuk membuat surat rekomendasi dari temen saya), saya ngasih tambahan tiket konser yang akan saya lihat nanti di sana. Saya juga melampirkan Itinerary, jadi mereka tahu saya akan ke mana, ngapain bukan jadi TKI. serta lampirkan sekalian surat keterangan kerja, biar mereka yakin bahwa kita balik buat kerja.

  2. Passport yang masih berlaku, minimal 7 bulan bukan buku nikah Yang dilampirkan di Map hanya fotokopi Passport saja dari halaman awal sampai akhir lengkap dengan cap-cap negara yang pernah kita kunjungi.

  3. Pas Photo ukuran 4x6 sebanyak dua lembar, lebih terbaru biar kalau gendutan atau kurusan kan masih keliatan #ehgimana

  4. Fotokopi KTP, KK, Akta, dan juga surat nikah. Karena saya pergi dengan suami jadi nggak pakai surat ijin dari suami yang jomblo aman pokoknya.

  5. Harus mengisi form dulu yang tebal banget, karena saya mau wisata jadi form 1419 

  6. Dan yang tak kalah penting, harus melampirkan rekening koran selama tiga bulan terakhir. Tidak ada nominal harus berapa, yang penting cukup untuk hidup di sana. Itung-itunga saja sehari sejuta, dan pastikan aliran dana di rekeningmu bagus agar meyakinkan pihak dubes.

Setelah semua syarat di atas saya bawa dalam satu map, saya pun bersama suami berangkat ke Kuningan City di mana kantor VFS Global berada. Kedubes Australia sudah tidak mengurusi Visa lagi sehingga dikasih ke pihak ke tiga yaitu VFS Global ini.

Karena saya sampai sana sudah agak siang, jadi ngantri lumayan lama dua jam lebih. Lebih baik bawa duit cash aja biar memudahkan walaupun bisa debit pakai kartu kredit. Setelah nunggu dua jam berasama para agen travel lain yang ngurusin Visa, akhirnya nomer urut saya dipanggil juga. Maju ke depan ketemu dengan mbaknya yang jaga, dia ngecek satu-satu file yang saya lampirkan. Sebenarnya seperti itinerary, tiket PP, tiket konser, surat rekomendasi bukan hal yang wajib. Tapi saya lampirkan aja biar menambah keyakinan pihak kedubes bahwa saya orang baik-baik agak manis pula. 

Total pembayaran per-visa 1,5juta lebih sedikit, dan lebih murah dibanding agen yang naruh harga di atas 1,6juta rupiah. Setelah bayar visa yang ternyata lebih lama antri daripada pas di depan 
kami dikasih tahu kalau disetujui atau tidak nanti akan dikirim via e-mail dengan jangka waktu minimal lima hari kerja. Oh ya, biaya yang sudah disetor nantinya tidak bisa kembali, jadi di sini diharapkan kamu punya ilmu ikhlas.

Setelah lima hari kerja saya deg-degan, eh habis itu suami ngasih tahu kalau diterima visanya *kegirangan* namun ya tidak seperti visa lain yang ditempel di passport. Visa Australia cuma via e-mail aja. Jadi kita tidak tidak boleh pamer tentang Visa Australia karena di passport juga cuma dapet cap seperti kita pergi ke Singapura, Malaysia atau Bangkok. NGGAK PAPA, yang penting MELBOURNE i'm coming!






Comments

Popular Posts