Melbourne, 7-13 Desember 2016

Siapa yang menyangka akhir tahun akan pergi ke Benua Kanguru ini? Karena benar sungguh di luar rencana. Tapi Tuhan memang banyak rejeki, dan berbagi ke saya termamahdedeh.


Persiapan yang lumayan mepet jika dibandingkan dengan liburan-liburan lainnya. Dari mulai itinerary, tiket pesawat balik dari Australia yang baru dibeli H-1 sebelum mengajukan visa, untuk nginep Alhamdulilah sudah ada tumpangan dari teman kami Mbak Wenny & Kiky.

Persiapan Visa yang ribet banget dan bikin deg-degan bisa kamu baca detailnya di tulisan ini. Rasanya kayak hampir di PHP antara iya atau tidak diterima Visanya setelah mendengar cerita tentang beberapa teman yang ada tidak diterima padahal sudah lengkap semua lampirannya.

Setelah akhirnya penantian yang lumayan cukup dag dig dug, Visa yang dinantikan
seperti datangnya jodohpun ada kabar melalui surat elektronik yang dikirim ke alamat suami saya. YEAY, makin deg-degan karena menunggu hari H untuk keberangkatan yang dalam pertama kali dalam hidup saya
akhirnya naik pesawat bukan budget untuk perjalanan lima jam di pesawat transit ke Bali agak lama dan bisa jalan-jalan seharian.

Persiapan sebelum berangkat:

  1. Untuk tiket berangkat dan pulang kami beda, karena pas pertama beli cuma ada budget untuk tiket berangkat dan Alhamdulilah dapet Garuda Indonesia pas pulang kami naik Jet Star. Agak mahal Jet Star dapet 3jutaan/orang karena pesannya mepet sedangkan Garuda Indonesia dapet 2,5juta/orang.

  2. Tiket konser Coldplay, karena kami di tribune dapet 750ribu/orang

  3. Visa Australia per orang 1,5jutaan, bikin di VFS Kuningan.

  4. Untuk nginep Alhamdulilah kami gratis karena nebeng hehehe

  5. Nuker duit dollar AUD ke VIP Cikini, pas itu rate lagi tinggi 10ribuan, kami tukar 5juta rupiah saja, karena kami tidak berencana belanja di sana dan cukup untuk akomodasi saja palingan. pas kami pulang rate turun drastis, hiks

  6. Oh ya, karena ada rencana kemping di Melbourne ujung sana - Wilson Promotory National Park Victoria. Saya booking lewat websitenya sekitar 600ribuan untuk maksimal 8 orang.

Hari Pertama, 7 Desember 2016
Pesawat kami dari Jakarta subuh banget tentunya pakai singa Indonesia memang niat agar kita bisa transit lama di Bali untuk menunggu penerbangan jam11 malem menggunakan Garuda Indonesia Alhamdulilah naik sawat bagus.


Sampai Bali, kami pun sudah menyewa mobil karena bawa koper sehingga kalau sewa motor nggak bisa naruh koper. Semoga di Ngurah Rai ada loker kayak di Jepang deh bisa naruh barang dulu Soal sewa mobil, saya dapet murah banget dibanding yang lain karena termasuk long weekend, karena dapet mobil Suzuki Ertiga hanya 200ribu. Murah bukan? Bisa kirim surel ke saya untuk sewa mobil ini ya silviafaradila@gmail.com 


Seharian ke mana aja dari pagi ke malam? Dari Sarapan di pinggir sawah, kami lanjut jalan-jalan ke Seminyak, mampir pantai di Seminyak kemudian lanjut ke Ubud. Udik banget, kami berdua baru pertama kali ke Bali. Saya sih pernah jaman kecil banget, dan nggak inget. Di Ubud kami sudah booking hotel lewat promo Nida Rooms dari MisterAladin.com yang hanya 60ribu rupiah. Hotelnya juga oke kok, lihat deh di sini. Lumayan kan buat numpang mandi dan istirahat bentar sebelum kita keliling Ubud jalan kaki sambil nikmatin Gelato yang seger banget.

Karena pesawat kami jam11 malam, kami dari Ubud berangkat habis Maghrib. Lapar banget, akhirnya makan yang ada di pinggir jalan dan andalan semua orang, yaitu Lamongan hahahaha Ayam goreng dan Kol goreng pun kami makan dengan lahap.

Sampai Bandara jam9, agak ribet di gate check in Garuda Indonesia. Mungkin karena baru pertama kali, kami disuruh menunjukkan surel bahwa Visa diterima dan juga ditanyain mau ngapain kita muka TKI apa ya dikira mau kuliah lagi di sana. AMIIIN


Setelah masuk imigrasi, yang saya cari adalah televisi karena saat itu ada pertandingan bola AFF yang Indonesia masuk semifinal. Setelah Indonesia menang saya menunggu di Gate untuk persiapan boarding yang isinya orang-orang seperti kami, akan nonton konser Coldplay. Kayaknya hampir dari mereka memang niat ke Melbourne buat nonton hahahaha

Masuk pesawat yang gede banget dengan pesawat bagus karena biasa naik budget air Garuda Indonesia menjadi pengalaman pertama buat saya dan suami. Yang bahagia dari kami adalah penuh dengan hiburan, bukannya istirahat untuk tidur kami berdua malah nonton film hampir sampai pagi hahahaha

Hari Kedua, 8 Desember 2016
Sampai di Bandara Tullamarine, Melbourne pagi banget. Dan ditemani gerimis cantik yang berujung agak deres tapi kemudian terang kembali. Kata teman saya, cuaca di Melbourne harusnya udah summer tapi memang masih dingin banget.

Saya dijemput teman saya Mbak Wenny yang mengajak temannya yang punya mobil, karena bawaan kami lumayan jadi Mbak Wenny berbaik hati menjemput. YEAY.

Jalanan di Melbourne, menyenangkan
Pas pertama kali naik mobil di Melbourne, tidak jauh beda dengan Indonesia karena setir ada di kanan juga. Tapi yang bikin beda, penumpang belakang harus menggunakan sabuk pengaman juga kalau tidak akan kena tilang Polisi yang bayarnya mahal banget. Aneh karena di Indonesia orang mah tidak peduli yang belakang padahal juga ada sabuk pengaman yang disediakan.

Setelah sampai di rumah kontrakan Mbak Wenny, kami pun segera istirahat dikarenakan ngantuk banget tidak bobok di sawat hahahaha bangun-bangun udah sore jadi habis itu bebersih badan lalu kita main naik tram ke City alias pusat kota untuk tahu Melbourne itu seperti apa. Senangnya di sini adalah untuk transport dua kali tap aja, sisanya gratis mau naik apa aja tram, bus, kereta. Kami pun membeli kartu semacam pasmo yang di Jepang, ezlink di Singapure atau octopus di Hongkong di market terdekat semacam sevel.

Ketemu Gempi di jalan, uuuu gemast
Sesampainya di kota penuh dengan artis-artis Indo hahahaha dan juga orang-orang Indo semua. Memang kayaknya mereka niat buat dateng nonton konser Coldplay. Nggak bisa dibayangin besok di Singapura kayak BlokM rasanya isinya semua orang nonton Coldplay.

Pas nyebrang ketemu Gempi anaknya Gading Gisela bersama bapak emaknya tentunya,  terus ketemu Omesh dan Ello ah banyak banget deh hahahahaha

Perpus di Melbourne yang hits

Ini di depan perpusnya

Hari Ketiga, 9 Desember 2016
Hari di mana konser Coldplay nanti malam akan berlangsung. Sudah dari sebelum berangkat aja udah deg-degan gimana hari ini hahaha rasanya kayak mau akad nikah aja nih #eaaaaa

MarketLane, biji kopinya hmmm nikmat
Karena konser baru dimulai malam hari, hari ini saya diajak berjalan-jalan oleh Mbak Wenny untuk kembali berkeliling kota dan juga mampir ke pasar tradisional sana di mana jam3 sore sudah tutup. Saat Cecep sholat Jumat di kampusnya Mbak Wenny, inilah kesempatan saya jalan ke Pasar sambil makan donat yang katanya hits banget di Melbourne.

Donat kampung terenak di Melbourne
Habis dari Pasar ada sedikit drama karena Cecep menghilang hahaha ternyata di Taman kampus Melbourne University, kata dia lumayan buat nangkring bentar karena udara pada saat itu enak banget sambil angin sepoi-sepoi. Habis menemukan suami saya, kami bertiga pun nyobain makan GyutanDon yang hits banget di Menya Sakura namanya. Eh sampe sana isinya orang Indonesia makan hahaha dan tentunya banyak artis.

Gyutandong TERENAK!
Satu porsi makan di Australia itu sama dengan dua porsi makan orang Indonesia, jadi ya saya sangat kenyang banget. Mau jalan pun agak susah ahahhaha. Selesai makan masih ada waktu buat kami ke St.Kilda sebelum ke Etihad Stadium buat ngapelin mas Christ Martin.

St.Kilda, pantai di pojokan Melbourne
St.Kilda itu Pantai di deket kota banget, jadi enak buat leha-leha dan mencari ketenangan duileh sok gaya. Habis dari St.Kilda kami naik Tram ke Etidah Stadium agak sedikit deg-degan soalnya nyasar bentar hahaha Alhamdulilah tepat pada waktunya. Pas sampe Etihad masih ada band pembuka sebelum Coldplay. Yang saya kaget di sini itu tertib banget, beda dengan konser yang ada di Indonesia. Buat cerita detail tentang konser ini bisa dibaca di sini nih!


Meriahnya konser si mas ini

Hari Keempat & Kelima, 10-11 Desember 2016
Hari ini saya janji untuk camping bersama Kiky & Bill suami kiky, mereka baru menikah seminggu lalu JIEEEE  di daerah Victoria sana dan 3jam dari Melbourne.

Soalnya kata Kiky, kalau cuma di Melbourne doang sehari juga sudah cukup kami untuk berkeliling kota ini. Jadi Kiky mengajak kami untuk menikmati suasana pemandangan di luar kota yang sungguh indah banget.

Sepanjang perjalanan di dalam mobil, Kiky & Bill bercerita tentang mereka ketemu pertama kali dan akhirnya menikah. Kami pun bertukar cerita juga bagaimana akhirnya saya mengenal Cecep lalu memantabkan hati untuk menikah.

Tiga jam perjalanan tak terasa karena dipenuhi pemandangan yang keren banget kayak di film-film karena melewati bukit seperti Teletubbieslalu melewati padang hijau yang isinya sapi berkeliaran
nggak heran kalau beli Steak, harga daging Aussie lebih mahal karena Sapinya sehat nggak stress dikandangin.
Sampai di tempat kemping, kami bikin tenda dulu. Sudah lama rasanya nggak bikin tenda soalnya terakhir jaman kemah yaitu SMP haahahahha agak lupa-lupa inget. Untung Kiky ngasih arahan. Habis bikin tenda kami menikmati cemilan sehat Bill yaitu kacang mentah, iya kacang mentah dicampur berbagai macam kacang lalu ada pemanis kismisnya. Sungguh enak banget. Lalu habis itu kita makan wortel dan tomat mentah SUNGGUH ENAK BANGET hahahaha entah kenapa makanan dan sayur di Melbourne enak-enak.

Oh ya, tadi kita sempet mampir ke padang rumput yang isinya KANGURU. Pertama kali saya melihat hewan ini hahaha lucu banget. Jadi saya agak sedikit norak pas mendekat dan foto bersama mereka. Sebelum malam, saya dan Cecep tracking menikmati hutan lindung yang dibikin untuk kawasan Wisata ini. Jadi kami bikin tenda di pinggir pantai, namun dekat dengan bukit juga sehingga kita bisa menikmatinya.

Hari Keenam 12 Desember 2016

Hari Ketujuh, 13 Desember 2016

Comments

Popular Posts